Showing posts with label Education. Show all posts
Showing posts with label Education. Show all posts

Cara Belajar Efektif Untuk Meraih Hasil Lebih Baik

Cara Belajar Efektif Untuk Meraih Hasil Lebih Baik
Cara Belajar Efektif Untuk Meraih Hasil Lebih Baik

Jika Sobat bisa mengetahui cara belajar efektif dan mengerti bagaimana cara belajar secara efisien, saya yakin Sobat bisa belajar lebih banyak lagi. Sekaligus meningkatkan kemampuan Sobat serta semakin mudah untuk terus menambah wawasan ilmu. Apalagi dengan mengetahui caranya anda akan merasa senang memanfaatkan waktu untuk belajar.

Belajar dengan efektif maksudnya mengetahui apa yang terbaik untuk anda, dan mendapatkan sebuah alasan untuk Sobat tetap semangat belajar. Jika anda ingin mengetahui bagaimana cara belajar efektif, maka coba ikuti langkah – langkah berikut. Karena sangat simple dan mudah untuk dipahami bahkan bisa jadi tidak terfikir oleh anda.

Ini dia, cara belajar efektif untuk meraih hasil yang lebih baik :

Buat Game Plan

Saat anda mengetahui apa yang harus dipelajari, maka anda akan ter-arah harus mempelajari sesuatu. Misalnya : jam 2 siang di hari selasa saya akan pelajari Matematika sampai jam 3 siang, maka dalam satu jam tersebut anda akan menghabiskan waktu untuk belajar matematika. Nah, oleh sebab itu buatlah game plan.

Yaitu sebuah rencana belajar yang menyenangkan tanpa menggangu aktifitas anda bermain atau kegiatan yang menurut Sobat penting lainya. Dengan game plan tersebut dalam seminggu anda akan dapat melihat dimana ada hari yang sangat padat dan hari yang sangat luang.

Jangan lupa ! dalam game plan ini anda menambahkan focus kesehatan, bagaimana-pun juga dalam sehari itu pastikan untuk tidur malam 6-8 jam. Olahraga 30-60 menit dalam sehari pada 3-4 hari dalam seminggu. Karena bagaimanapun juga Kesehatan anda yang lebih utama, karena dengan demikian anda menghargai tubuh sehat anda.

Contoh Game Plan : Daily Schedule Belajar Efektif

Eksekusi Game Plan

Ada rencana ada tanggung jawab, meski ini hanya berlaku buat anda bukan berarti anda bisa semena – mena dengan game plan tersebut tersebut. Jadi, waktunya belajar ya belajar waktunya main ya main, anda akan lebih paham lebih dari saya mengenai hal itu. Maka dari itu atur sedemikian rupa supaya bisa lebih enak belajarnya.

Belajar Bukan Untuk Dapat Nilai A

Perlu di ingat alasan anda untuk belajar bukan untuk meraih nilai yang sangat sempurna, melainkan pengetahuan baru yang anda dapat ingat selama mungkin. Katakan pada diri anda “You will succeed because of your hard work”, anda akan sukses karena anda bekerja keras. Sehingga tanpa anda sadari anda mendapat nilai maksimal.

Ingat lho tanpa disadari, bukan sengaja untuk dapat nilai maksimal, karena percuma jika nilai bagus tapi tidak memahami apa yang dipelajarinya. Jangan sekalipun untuk membandingkan diri anda dengan teman yang belajar sampai 80 jam dalam seminggu atau teman yang sama sekali tidak belajar, tapi dapat nilai bagus.

Tetap focus karena cara ini akan membuat anda orang yang cerdas, dan menemukan cara yang terbaik untuk membuat diri anda dan orang sekeliling anda lebih baik.

Nah, itu dia selebihnya kembali kepada diri anda masing – masing karena selangkah kecil ini bikin perubahan dan mengetahui cara belajar efektif. Penting di-ingat, bahwa pastikan anda mengetahui apa yang akan dipelajari, sehingga anda bisa memahami. Ketika anda menemukan kesulitan, coba tambahkan kata atau catatan kecil dengan bahasa anda sendiri sekalipun itu nyeleneh tapi yang penting anda bisa tau cara belajar efektif.

Semoga artikel ini bermanfaat ..

Read more ...

Finland the world's best country about education

ESQ Bimbel Smartplus – Mengejutkan. Ternyata negara yang paling oke tata kelola pendidikannya bukanlah Amerika Serikat, Jepang atau Jerman. Akan tetapi, kiblat pendidikan dunia saat ini mengarah ke negara Finlandia.
Amerika Serikat sendiri berada jauh dibawah level Finlandia, tepatnya di urutan ke-17. Lalu, dimana daya tariknya sistem pendidikan di Finlandia dengan negara-negara lainnya khususnya Indonesia? Jawabannya adalah di kemandirian siswa dan gurunya.
Di Finlandia kemandirian dalam mengikuti proses belajar mengajar itu tidak hanya dinikmati oleh guru-gurunya yang begitu dihormati tetapi juga ditularkan kepada para pelajar melalui berbagai kesempatan-kesempatan penting.
Salah satunya dimana setiap pelajar diberi otonomi khusus untuk menentukan jadwal ujiannya untuk mata pelajaran yang menurutnya sudah dia kuasai.
Sistem inilah yang dipertahankan oleh Finlandia hingga akhirnya berhasil mengantarkan negara ini berada pada posisi puncak sebagai negara yang paling berhasil mengelola pendidikan nasionalnya.
Fantastiknya, dalam evaluasi belajar, angka ketidak lulusan secara nasional tidak pernah melebihi 2 persen pertahunnya. Finlandia juga tidak mengenal istilah ujian semester apalagi ujian nasional layaknya ditanah air.
Evaluasi belajar secara nasional dilakukan tanpa ada intervensi pemerintah sekali pun. Karena setiap sekolah bahkan guru berkuasa penuh untuk menyusun kurikulumnya sendiri.
Jadi jangan pernah berhayal bahwa guru-guru di Finlandia disibukkan untuk mengejar terget-target tertentu karena di negeri ini guru selalu menyesuaikan bahan ajarnya dengan kebutuhan setiap pelajar.
Jadi, di Finlandia siapa pun presidennya dan menteri pendidikannya tidak akan berpengaruh signifikan terhadap masa depan pendidikan. Karena fungsi pemerintah dalam memajukan sektor pendidikan adalah dukungan finansial dan legalitas.
Mau bagaimana caranya, maka gurulah yang berwewenang atas itu karena guru dipandang sebagai sosok yang paling mengerti mau dimana wajah pendidikan Finlandia dibawa dimasa yang akan datang.
Sistem ini telah berdampak positif kepada pola cara mengajar guru yang tidak terlalu dipusingkan oleh hiruk pikuknya politik nasional negaranya.
Keseriusan negara Finlandia menyokong keberhasilan pendidikan nasionalnya dibuktikan dengan diterapkannya kebijakan gratis sekolah 12 tahun. Kerenkan?
Guru-guru Finlandia adalah lulusan terbaik setiap perguruan tinggi dan mereka harus masuk dalam kelompok 10 besar lulusan terbaik. Jika tidak, jangan pernah bermimpi jadi guru di negeri ini.
Itulah sebabnya guru-guru di Finlandia betul-betul berdedikasi tinggi. Gajinya besar dong? Tidak. Guru-guru Finlandia justru digaji dengan gaji secukupnya bahkan bisa dikatakan kurang memadai.
Tetapi gurunya begitu menikmati profesinya hal ini karena mayoritas masyarakat Finlandia begitu menghormati dan menghargai profesi seorang guru.
Di Finlandia hanya ada guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan, dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima. Persaingannya lebih ketat daripada masuk ke fakultas hukum atau kedokteran!
Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, Finlandia justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajarkan kepada siswa untuk semata lolos dari ujian, ungkap seorang guru di Finlandia.
the-national-curriculum-is-only-broad-guidelines
Pada usia 18 th siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.
Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK!
Ini membantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia.

Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Adanya terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan, dan mengakibatkan suasana belajar menjadi tidak menyenangkan.
Kelompok siswa yang lambat mendapat dukungan intensif. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses.
Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD. Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan prilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.
Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan “Kamu salah” pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya.
Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing. Ranking hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya.
Ditanah air Indonesia, sebenarnya sistem pendidikan Finlandia telah terterapkan sejak tahun 1961 melalui wadah gerakan pramuka. Apa yang berlaku di Finlandia jelas-jelas merupakan sistem pendidikan yang berlalu di gerakan pramuka.
Dimana setiap kecakapan dan keterampilan dibidang tertentu yang dimiliki oleh setiap anggota pramuka, bila sudah merasa mampu bisa mengusulkan diri untuk di uji.
Disamping itu, setiap 32 orang anggota pramuka dibina oleh 3 orang pembina secara terus menerus. Akan tetapi sistem pendidikan kepanduan ditanah air ini tidak mendapat respon yang positif ditanah air.
Buktinya kendati berhasil melahirkan kader-kader bangsa yang mandiri, negara ternyata tidak berani mengalokasikan dana BOS yang ada pada setiap sekolah untuk sepersekian persen wajib dipergunakan untuk mengelola gerakan pramuka di gugus depan.
Pendidikan nasional kita yang masih sarat dengan kepentingan politik kepala daerah menjadikan potret pendidikan begitu semraut. Pelaksanaan UN yang jelas lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya selalu dipertahankan untuk alasan yang tidak jelas.
Bahkan ironisnya lagi, UN telah mengajarkan bangsa ini bagaimana berlaku curang dan menipu. Gilanya lagi peserta UN dikawal dan diamati setiap detik melalui layar CCTV.
Seperti teroriskan. Cara-cara gila ini begitu dibangga-banggakan oleh pemerintah bahkan institusi pendidikan sendiri. Padahal metode ini punya dampak physicologi bagi para pelajar dimana UN benar-benar menjadi beban berat.
Jadi jangan heran bila di Nias pada hari pertama UN ada siswa yang meninggal dunia begitu menerima lembar soal ujian.
Finlandia tidak pernah membebani muridnya untuk hal-hal yang kurang bermutu atau mengurangi ke-kreativitasan seorang anak setelah meninggalkan rumah sekolah.
Maka, tugas tugas (PR), les tambahan dan bimbingan ini dan itu nyaris tidak pernah ada di Finlandia. Bagaimana dengan tanah air? Tekanan yang begitu berat sangat terasa apalagi menjelang ujian nasional.
Setiap murid selalu diberi les tambahan yang berlebihan, pelajar di wajibkan mengikuti Tryout hampir tiap bulan dengan alasan untuk mengukur kemampuan siswa.
Dirumah disuguhi lagi dengan tugas-tugas berat bahkan ada lagi menu les tambahan yang ditawarkan padahal nuansa bisnisnya lebih terasa daripada urgensinya bagi peserta didik. Repot bukan?
Alhasil, pelajar tanah air lahir dan besar tanpa pernah mempergunakan otaknya untuk berkreativitas. Generasi muda pun besar penuh dengan tekanan. Jadi jangan heran, walaupun lulus UN 100 persen ternyata persentasi lulus SMPTN berbanding terbalik dengan kelulusan UN.
Inilah setidaknya potret pendidikan kita dewasa ini. Indonesia jatuh kepada tingkat kekhawatiran yang terlalu berlebihan. Alih-alih untuk mencerdaskan bangsa tetapi cara-cara yang dilakukan justru mengantarkan bangsa ini kelembah kehancuran.
Oleh karena itu kita perlu berbenah. Mengembalikan sistem pendidikan kezaman dahulu kala (seperti cerita orangtua kita) dimana setiap anak dan orangtua begitu menghormati guru perlu kita lakukan.
Guru harus diberi otoritas penuh untuk mengatur kurikulumnya sendiri. Setiap anak juga tidak dibebani dengan tugas ini dan itu. Bahkan birokrasi pendidikan kita yang berbelit-belit perlahan-lahan harus dikurangi.
Wajib belajar 12 tahun mutlak harus dilakukan tentunya dengan biaya gratis. Tidak hanya itu wajar 12 tahun itu harus dengan satu izajah saja yaitu izajah SMA.
Sedangkan untuk SD dan SMP tidak lagi mengeluarkan izajah mengingat tuntutan dunia kerja saat ini pun izajah dua jenjang pendidikan ini tidak begitu diperlukan.
Oleh karena itu, perpindahan dari tingkat SD ke SMP cukuplah dengan nilai rapor begitu juga dari SMP ke SMA.
Maka evaluasi belajar secara nasional hanya dilakukan dijenjang SMA ketika yang bersangkutan akan melanjut keperguruan tinggi atau merambah dunia kerja.
Menggratiskan pendidikan dinegara ini bukanlah hal yang mustahil. Bukankah 40 persen APBN kita mark-up dan 30 persennya dikorupsi.
Jadi andai pengelolaan keuangan negara kita ditata dengan baik maka tidak mustahil dimasa-masa yang akan datang biaya pendidikan kita yang saat ini ditampung 20 persen dalam APBN kedepannya akan meningkat menjadi 50 persen.
Bila sudah demikian, bukankah pendidikan kita sudah bisa digratiskan.
Beberapa hal yang mungkin bisa ditiru, dari sistem pendidikan yang ada di Finladia, diantaranya :

finnish-children-dont-start-school-until-they-are-7

1. Anak Finlandia tidak memulai sekolah sampai usia mereka 7 Thn. ( Bandingkan dengan para orangtua di Indonesia justru bangga anaknya sekolah pada usia dibawah usia 7 tahun. bahkan dengan beben pembelajaran yang berat.)

2. Tidak di bebani Ujian dan PR, sampai menjelang usia mereka remaja.
3. Anak-anak tidak diukur sama sekali selama enam tahun pertama pendidikan mereka. ( Pada sistem pendidikan kita , Murid SD sampai stress karena sering ditakuti Pihak sekolah, dengan seabreg Ujian, Padahal terkadang anak sering tidak diajar ).
The children are not measured at all for the first six years of their education.

4. Hanya ada satu tes standar wajib di Finlandia, yang diambil ketika anak-anak berusia 16 Tahun. ( Bandingkan dengan sistem ujian ujian di SMP dan  SMA, Ditambah UN, bukan saja membuat Lembaga pendidikan tidak jujur, Anak hanya dihargai Otaknya saja, Minus bakat dan Minat,)
5. Tidak ada Kelas Unggulan,semua kemampuan berada pada kelas yang sama. Dan terbukti akhirnya RSBI /RSI di indonesia oleh MK dicabut keberadaanya, karena akan tercipta kasta kasta baru dalam dunia pendidikan.
the-difference-between-weakest-and-strongest-students-is-the-smallest-in-the-world
6.Finlandia menghabiskan sekitar 30 persen lebih untuk biaya pendidikan  per siswa mengungguli  Amerika Serikat.
7.  30 persen anak-anak menerima bantuan tambahan selama sembilan tahun pertama mereka sekolah.

8. 66 persen siswa masuk ke perguruan tinggi.Dan tertinggi di erofa
9.  Nyaris semua siswa memilki kemampuan akademis yang merata
10. Kelas sains maksimal 16 siswa sehingga mereka dapat melakukan eksperimen praktis dalam setiap kelas.
.Science classes are capped at 16 students so that they may perform practical experiments in every class.

teachers-only-spend-4-hours-a-day-in-the-classroom-and-take-2-hours-a-week-for-professional-development
11. 93 persen masyarakat Finlandia lulus dari SMA.bahkan17,5  peresen lebih tinggi dari AS .
12. 43 persen dari Finlandia siswa sekolah menengah pergi ke sekolah kejuruan.

13.Siswa SD mendapatkan 75 menit dari istirahat sehari di Finlandia dibandingkan rata-rata 27 menit di Amerika Serikat.
43 percent of Finnish high-school students go to vocational schools.

14. Guru hanya menghabiskan 4 jam sehari di dalam kelas, dan mengambil 2 jam seminggu untuk “pengembangan profesional.”
Teachers only spend 4 hours a day in the classroom, and take 2 hours a week for “professional development.”

15. Finlandia memiliki jumlah  guru sebanyak di  New York City, namun siswa jauh lebih sedikit. Dengan perbandingan 600.000 siswa di finlandia dengan 1,1 juta di NYC.
Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga bermanfaat untuk kita semua.
Bimbel Masuk UI ESQ Bimbel Smartplus
Read more ...

Soal Pendidikan 5 Negara Ini Yang Terbaik di Dunia

Kualitas sebuah negara bisa dilihat dari pendidikannya. Bagi negara, pendidikan adalah sebuah investasi karena pada akhirnya orang-orang yang menjalankan pemerintahan nantinya datang dari sistem pendidikan yang mereka ciptakan. Jadi ga heran beberapa negara begitu serius dalam menentukan sistem pendidikan negaranya.
Kamu tau gak sih negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia? Ini dia negara-negaranya!
1. Finlandia
Bukan rahasia lagi sejak lama sistem pendidikan di Finlandia udah menjadi nomor 1 di dunia, bahkan mengalahkan negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan China. Rahasia dari majunya pendidikan di Finlandia adalah, mereka ternyata tidak membebani murid-muridnya dengan tugas yang berat, kemudian biaya pendidikan pun digratiskan dan guru-guru yang dipilih juga hanya guru yang memiliki kualitas terbaik!
2. Korea Selatan
Inilah salah satu alasan kenapa Korea Selatan kini menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia. Kunci utama dari majunya sistem pendidikan di Korea Selatan adalah teknologi. Di sana murid-murid dimanjakan dalam mencari informasi dengan layanan akses internet berkecepatan tinggi.
3. Hong Kong
Siapa sangka ternyata Hong Kong mempunyai kualitas yang sangat baik dalam pendidikan. Di Hong Kong, sistem pendidikannya dibuat kompetitif dan kualitas dari pendidik yang baik juga mendorong atmosfer belajar yang tinggi.
4. Jepang
Semenjak ada perombakan sistem setelah revolusi Meiji, pendidikan Jepang maju begitu pesat. Mereka juga menghargai orang-orang yang ingin belajar di negeri mereka. Dan yang jelas, kemajuan Jepang di bidang ekonomi, sains, dan juga teknologi adalah karena mereka berinvestasi besar di bidang pendidikannya.
5. Singapura
Negara tetangga kita Singapura memiliki sistem pendidikan terbaik ke-5 di dunia. Singapura mengandalkan teknologi sebagai pendukung utama sistem pendidikan dan juga kualitas guru yang terbaik. Gak heran negara sekecil itu bisa menjadi salah satu kekuatan ekonomi Asia, bahkan dunia.
Read more ...